Tampilkan postingan dengan label Game news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Game news. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juli 2008

'Smackdown' Itu Palsu?




Lihat Gambar

Di kala cuaca panas yang masih mendera, publik Indonesia kembali dipanaskan dengan kehebohan anak-anak yang beraksi laksana jagoan Smackdown. Ironisnya hasil yang didapat bukan lahirnya juara Smackdown baru dari Indonesia, tetapi yang terjadi malahan bertebarnya kasus patah tulang, tulang lepas sampai pada kasus terparah yaitu "kematian"! Hal ini tentunya membuat para orang dewasa, dalam hal ini khususnya adalah orang tua dan guru, yang pada awalnya adalah target market utama dari tayangan Smackdown mulai bergantian menjerit melihat putra dan anak didiknya menjadi korban aksi Smackdown antar anak-anak.

Smackdown sebenarnya adalah sebuah program hiburan wrestling yang merupakan bagian dari World Wrestling Entertainment(WWE). Tetapi karena sebegitu terkenalnya, maka seringkali orang-orang memakai istilah Smackdown untuk menyebut hiburan wrestling ini. Melihat begitu kerasnya aksi dalam smackdown ini tetapi jarang terlihat ada yang terluka, pasti akan terbesit dalam pikiran kita, "Apakah Smackdown itu palsu?"

Yang jelas bukan ide yang bagus untuk menanyakan hal ini ke pada seorang pegulat. Beberapa tahun lalu John Stossel, seorang reporter stasiun TV ABC, menanyakannya ke pegulat Dr.D(David Schultz). Tanpa berkata apa-apa Dr.D memukul bagian atas telinganya dengan sangat keras sampai diduga sejak itu pendengaran Stossel telah rusak secara permanen. Komedian Richard Belzer menanyakan hal serupa pada Hulk Hogan dan menantangnya untuk memiting kepalanya seperti yang biasa dilakukan di ajang Smackdown. Hogan melakukannya dengan kekuatan penuh. Ketika Hogan melepaskannya, Belzer jatuh ke lantai tidak sadarkan diri.

Penulis dan produser Chris Mortensen, dalam bukunya "The Unreal Story of Professional Wrestling" menyamakan smackdown ini dengan opera sabun olahraga. Sementara MacMahon lebih suka menyebutnya dengan "hiburan olahraga". Apapun sebutannya, Smackdown ini ditonton oleh 25 juta pemirsa Amerika setiap minggunya dan disaksikan 93 ribu penonton di arena. Menjadikannya tayangan ini paling banyak diminati. Tetapi kefantastisan jumlah penontonnya belum bisa menjawab pertanyaan,"Palsukah ini?"

Sekitar tahun 1950-an sudah mulai ada diskusi serius apakah smackdown ini "sungguhan" atau "palsu". Tentu saja keraguan ini pasti muncul, tetapi itu tidak akan muncul saat menyaksikan suatu pertandingan dan sama sekali tidak mengganggu keasyikan untuk menikmatinya. Seseorang yang tidak begitu suka menonton smackdown pasti akan segera memvonis bahwa semua ini adalah palsu.

Para pegulat sendiri kurang begitu suka secara serius mendiskusikan kenyataan dari smackdown. Biasanya akan selalu didapat jawaban seperti yang diberikan oleh Hulk Hogan,"Bagi yang percaya, tidak membutuhkan penjelasan apa-apa; bagi yang tidak percaya, tidak akan ada penjelasan yang cukup untuk menjawabnya".

Namun smackdown bukan hanya suatu masalah kepercayaan. Sesuatu benar-benar nyata terjadi di dalam ring. Terlihat dengan jelas semuanya yang terlihat terjadi dalam satu pertandingan memang benar-benar terjadi, polisi bisa dipanggil karena seseorang mungkin saja terluka parah atau terbunuh.

Ketika seorang berbobot 140kg melompat dari atas tali ring ke atas lawannya yang terbaring di atas kanvas, hal tersebut tentu menghasilkan sesuatu paling tidak, banyak tulang rusuk yang patah. Kecuali jika tentu saja si pelompat melakukannya tetapi berusaha tidak melukai lawannya dengan tidak benar-benar mendarat di atasnya atau dengan mendarat dengan suatu cara sendiri dimana lutut, siku dan bagian keras lainnya tidak menimbulkan efek yang serius. Hasil dari lompatan tetap menyakitkan, tetapi tidak mematikan atau berbahaya.

Jika seorang pegulat dipukul dan ditendangi dengan keras berulang kali, dia tidak akan bisa bangun dari kanvas dan melakukan hal yang sama ke lawannya, kecuali pukulan dan tendangan itu ditahan sedemikian rupa sehingga tidak begitu keras. Tidak satupun juga yang bisa berdiri setelah dipukul dengan keji pada bagian belakang kepala dengan kursi lipat besi, kecuali tidak benar-benar dipukul di bagian kepala tetapi hanya melewati punggung dan kursi tidak diayunkan begitu keras seperti yang terlihat. Pukulannya tetap akan menyakitkan tetapi tidak mematikan.

Gerakan seperti pukulan dengan lengan bawah sangat terkenal, karena bisa terlihat begitu dasyat namun tidak menimbulkan cedera pada lawan. Sebuah cengkeraman yang dilakukan oleh pegulat yang kuat, akan dengan mudah mematahkan kaki lawannya. Tetapi jika pegulat yang berpengalaman tersebut tidak sungguh-sungguh menekannya, maka efek yang terjadi tidak begitu buruk seperti yang terlihat.

Apa yang terjadi di ring bukanlah suatu film aksi. Lompatan dan jatuh bukanlah dilakukan dengan trik fotografi. Pegulat tidak bisa memanggil pemain pengganti untuk menerima pukulan untuknya. Para pegulat dilatih agar nantinya tidak melukai lawannya namun tetap selalu akan ada rasa sakit dan bahaya dalam setiap pertandingan. Ada satu pemikiran bagus, semuanya mungkin dapat diatur tetapi kita tidak akan pernah dapat menipu gaya gravitasi.

Tetapi smackdown memang sudah diatur sebelumnya. Semuanya pertandingan sudah dibuatkan naskahnya sebulan sebelum diserahkan ke orang yang disebut bookers. Mereka telah menentukan siapa yang akan memenangkan pertandingan dan siapa yang menjadi The Face(pegulat baik) dan Hell(pegulat jahat). Semuanya sudah diatur kecuali ada pertunjukan yang dinamakan shoot(pertandingan sebenarnya), tetapi sekarang sudah tidak pernah diadakan lagi. Ketika pegulat berdarah mereka melakukannya dengan menyayat dirinya sendiri dengan silet kecil. Juga diketahui, pegulat sebelum pertandingan meminum aspirin untuk membuat darah mereka lebih encer sehingga akan menimbulkan efek luka yang besar.

Kadang-kadang ada cedera yang direkayasa dengan tujuan untuk memberikan waktu kepada pegulat untuk melakukan pertandingan ulang. Tetapi tentu saja ada cedera yang benar-benar terjadi seperti Sid yang mengalami patah kaki dan bahkan juga ada yang mengalami kematian seperti yang dialami ayah dari Ted DiBiase yang mengalami serangan jantung saat bertanding.

Disebut palsu atau tidak, para pegulat ini haruslah orang yang mempunyai fisik kuat dan mempunyai pengalaman sebagai pegulat amatir atau sekolahan. Pegulat mendapat kerja yang berat yaitu menjadi seorang atlet, pemain akrobat, pemeran pengganti dan aktor. Mereka juga harus bisa cepat pulih dari cedera dan menyembunyikannya dari perhatian penonton.

Seorang pegulat yang bagus adalah seseorang yang dapat membuat pukulan dan cengkeramannya terlihat lebih mematikan dari yang sebenarnya tetapi tetap tidak membahayakan lawannya. Menutup pemikiran ini ada satu pendapat bagus dari kolom koran New York Daily, untuk pertanyaan klasik "Smackdown itu palsu?". Dia menjawab dengan pertanyaan pula,"Apakah Sinterklas, kelinci Paskah atau Great Pumpkin itu nyata?" Tentu saja! Mereka semua ada dan begitu juga smackdown!

Ini Dia 10 Video Game Terlaris Versi Forbes!


BERITA - internet-web.infogue.com - Ada banyak video game yang beredar di pasaran. Penasaran ingin tahu video game apa saja yang paling laris?

Forbes bekerja sama dengan NPD, yakni perusahaan yang mengamati pasar video game dan memberikan laporan bulanan tentang data penjualan, melansir daftar 10 besar video game terlaris untuk pasar Amerika Utara.

Dikutip detikINET dari Softpedia, Selasa (10/6/2008), dalam menentukan video game terlaris, mereka tidak membedakan berdasarkan platform. Game yang dirilis dalam beberapa platform, perhitungannya dijadikan satu. Misalnya, varian game untuk konsol Xbox 360 digabung dengan penjualan untuk versi PC.

Berikut daftar 10 besar video game terlaris versi Forbes:

1. Grand Theft Auto: San Andreas (Rockstar Games-PS2, Xbox-2004). Game kontroversial yang sarat dengan adegan kekerasan ini ternyata banyak diminati kalangan gamer, dan laris terjual lebih dari 9,4 juta kopi.

2. Guitar Hero 3 (Activision - PlayStation 2, PlayStation 3, Wii, Xbox 360-2007), terjual 8,2 juta kopi.

3. Madden NFL 07 (EA Sports - PlayStation 2, PlayStation 3, Xbox, Xbox 360, GameCube, Wii - 2006), terjual 7,7 juta kopi.

4. Grand Theft Auto: Vice City (Rockstar Games - PlayStation 2, Xbox-2002), terjual 7,3 juta.

5. Madden NFL 06 (EA Sports - PlayStation 2, Xbox, Xbox 360, GameCube-2005) laku terjual 6,7 juta kopi.

6. Halo 2 (Microsoft Game Studios - Xbox - 2004), terjual 6,61 juta kopi.

7. Madden NFL 08 (EA Sports - PlayStation 2, PlayStation 3, Xbox, Xbox 360, GameCube, Wii - 2007), terjual 6,6 juta kopi.

8. Call of Duty 4 (Activision - PlayStation 3, Xbox 360 - 2007), terjual 6,25 juta kopi.

9. Grand Theft Auto 3 (Rockstar Games - PlayStation 2, Xbox - 2001),laku terjual 6,2 juta kopi

10. Madden NFL 2005 (EA Sports - PlayStation 2, Xbox, GameCube - 2004), terjual 6,1 juta kopi.

Dari data di atas dapat dilihat bahwa ternyata para gamer menyukai game-game yang cepat dan bisa memacu adrenalin, seperti olahraga, perang atau band.

Guitar Hero Dikecam Gara-Gara 'Setan'


Guitar Hero III (activision)

Jakarta - Video game populer 'Guitar Hero III: Legends of Rock' mendapat sambutan meriah dari penggemarnya. Namun tak urung, cercaan akhirnya datang juga.

Adalah pemusik Amerika Serikat, Charlie Daniels, yang melayangkan protes terhadap produsen game Guitar Hero terbaru itu, Activision. Pasalnya dalam game ini, lagu ciptaannya dinilai telah disalahgunakan.

Untuk diketahui, Daniel adalah pencipta lagu 'The Devil Went Down to Georgia' yang disertakan dalam game Guitar Hero versi teranyar itu.

Lagu tersebut jadi latar pertarungan antara karakter pemain dengan karakter 'devil' atau 'setan' dalam game. Yang membuat Daniels gundah, karakter 'setan' ini dinilainya sangat sering memenangkan pertarungan adu musik.

"Lagu tersebut maksudnya untuk menggambarkan bahwa setan selalu kalah. Namun di Guitar Hero III, setan bertanduk ini malah sering sekali menang dalam kontes gitar sehingga tak sesuai dengan esensi lagu," demikian pernyataan kecaman Daniels dalam situsnya seperti dikutip detikINET dari GamesRadar, Rabu (9/4/2008).

Daniels pun menyarankan agar orang tua mengawasi anaknya saat main Guitar Hero III. Pasalnya Daniels juga menilai, penggambaran eksplisit karakter 'setan' dalam game tersebut bisa meracuni jiwa anak. Tentu saja, pendapat Daniel ini dapat diperdebatkan kebenarannya.